Cetak Rekor Dua Hari Berturut-turut kasus COVID-19 Singapura Naik

Cetak Rekor Dua Hari Berturut-turut kasus COVID-19 Singapura Naik

Bintangpos.com, Jakarta – Di tengah wacana ‘berdamai’ dengan COVID-19, jumlah kasus penularan di Singapura malah melonjak belakangan ini. Dua hari berturut-turut, jumlah kasus penularan lokal mencetak rekor.

Dikutip dari Channel News Asia, Kementerian Kesehatan Singapura mencatat 253 penularan lokal COVID-19 pada Sabtu (4/9/2021). Sebanyak 116 kasus tidak terkait dengan infeksi sebelumnya, sedangkan 84 berhubungan dengan kasus sebelumnya dan berada di karantina.

Sebanyak 53 kasus terdeteksi melalui testing surveilans. Di antara kasus baru, dua orang berusia 70 tahun ke atas yang belum divaksinasi atau belum divaksinasi penuh, dan mengalami risiko penyakit serius.

Tercatat hanya ada 6 kasus impor, yang langsung diisolasi sejak kedatangan. Empat di antaranya terdeteksi sejak kedatangan, sedangkan dua lainnya mengalami sakit dalam masa isolasi.

Total, Singapura mencatat 259 kasus COVID-19 pada Sabtu lalu. (dtk)

Tidak Hanya Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo, KPK Juga Ungkap Modus Pencucian Uang

Tidak Hanya Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo, KPK Juga Ungkap Modus Pencucian Uang

Bintangpos.com, Probolinggo – Selain mengumpulkan tambahan barang bukti atas perkara jual beli jabatan oleh Bupati Probolinggo, non aktif, Puput Tantriana Sari, KPK juga terus menyasar para pihak yang diduga terlibat kasus tersebut.

Kali ini rumah anak-anak tiri Puput Tantriana Sari, giliran digeledah KPK. Dua rumah megah di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ditinggali Dini Rahmawati dan Zulmi Noor Hasani, itu didatangi petugas lembaga anti rasuah pada Sabtu (04/09/2021), sekitar pukul 13:00 WIB.

Dikawal petugas kepolisian setempat dan bersenjakan lengkap, para penyidik KPK itu melakukan penggeledahan selama kurang lebih satu jam. Sejurus kemudian, mereka membawa keluar satu buah koper dari dalam rumah bernomor delapan itu.

Penggeledahan di rumah anak-anak tiri Tantri ini, sejatinya langkah lanjutan dari KPK setelah menggeledahan rumah Kepala DLH Pemkab Probolinggo, Dwijoko Nuryadi, pada Jumat (03/9/2021) malam.

Dalam penggeledahan yang berlangsung di komplek perumahan Grand Royal, depan GOR Kedopok, Kota Probolinggo itu, barang bukti satu koper diamankan penyidik.

Sekedar diketahui, untuk 17 ASN tersangka pemberi suap bupati non aktif, kini juga sudah diamankan di Jakarta. Seluruh kegiatan KPK pasca OTT Bupati Tantri dan suaminya Hasan Aminuddin, ini memicu spekulasi di kalangan masyarakat. Harianto, warga Kota Probolinggo, menduga, KPK tidak hanya menyelesaikan kasus suap. Lembaga anti rasuah itu, juga menyasar kroni bupati dalam dugaan pencucian uang. “Saya menduga begitu. Kalau ditengarai ada kasus pencucian uang hasil korupsi, juga bakal diungkap KPK,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan di sejumlah tempat di Jawa Timur. Dari operasi tersebut KPK mengamankan sejumlah pihak yang diduga terkait dalam dugaan tindak pidana korupsi. “Benar, informasi yang kami terima, tim KPK melakukan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi di wilayah Jawa Timur,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (brj)

Antisipasi Penyesuaian PPKM, Wali Kota Kediri Dorong Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Antisipasi Penyesuaian PPKM, Wali Kota Kediri Dorong Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Bintangpos.com, Kediri – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menginstruksikan kepada jajarannya untuk lebih gencar melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada entitas bisnis di sektor perdagangan dan perindustrian.

Hal tersebut dilakukan untuk persiapan PPKM Level 3 dan sangat dimungkinkan diberlakukan penyesuaian secara bertahap seiring menurunnya persebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur.

“Saya harap kerjasama dan kepatuhan dari para pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan dan aturan yang sudah ditetapkan. Hal ini dilakukan agar tidak tercipta klaster baru sehingga ekonomi bisa berjalan dengan lancar lagi,” ujarnya.

Bagi para pelaku usaha serta entitas bisnis di sektor perdagangan dan perindustrian yang berkedudukan di Kota Kediri harus melaksanakan aturan dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Mereka harus memperhatikan beberapa hal berikut.

Pertama, menerapkan secara ketat dan mengawasi implementasi protokol kesehatan secara ketat di lokasi usaha masing-masing sebagaimana panduan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait.

Kedua, mengharuskan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan screening terhadap orang yang keluar-masuk lokasi usaha, termasuk karyawan dan tamu/pengunjung.

Ketiga, dalam hal masih terdapat karyawan yang belum menjalani vaksinasi Covid-19, diharapkan sikap proaktif dari manajemen perusahaan untuk mencari informasi pelaksanaan vaksinasi dan atau berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Sejauh ini, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri telah melakukan sosialisasi kepada beberapa perusahaan. Diantaranya, PT Gudang Garam, PT Golden Coconut, Auto2000, CV Bayleaf, PT Afi Farma, PT Keong Nusantara Abadi, PG Pesantren Baru, PT Sumber Pangan Nusantara, dan PT Wahana Polimer Indonesia.

Di masing-masing perusahaan tersebut, sebagian besar karyawan sudah melakukan vaksinasi. Bahkan di PT Wahana Polimer sudah 100 persen karyawan divaksin.

Sementara terkait beberapa isu aplikasi PeduliLindungi, telah disiapkan solusinya. Seperti bagi karyawan senior yang kurang bersahabat menggunakan gawai, solusinya dapat menunjukkan sertifikat vaksin. Lalu pada PT Afi Farma terdapat karyawan yang berdomisili di luar Kota Kediri yang belum divaksin, solusinya dilakukan tes rapid antigen sewaktu-waktu secara acak.

Tak hanya itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri juga menurunkan tim ke lapangan untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada perusahaan industri yang ada di Kota Kediri. Agar memudahkan skrining pengunjung, perusahaan dapat memasang QR code pada pintu masuk yang dapat diunduh melalui portal cms.pedulilindungi.id. (brj)