Bupati Ra Latif  Dampingi Pangdam dan Kapolda Pantau Langsung  Penanganan Covid-19

Bupati Ra Latif  Dampingi Pangdam dan Kapolda Pantau Langsung Penanganan Covid-19

BintangPos, Bangkalan-  Persebaran kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Bangkalan mendapat perhatian serius tim Gugus Tugas (Gugas) Jawa Timur (Jatim). Buktinya, pemprov menyatakan akan mem-back up pemkab dalam penanganan kasus tersebut. Untuk mengetahui kondisi di bawah, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto turun ke Kota Salak kemarin (7/6/21).

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), dua perwira tinggi (Pati) tersebut datang ke Bangkalan untuk mendatangi empat lokasi. Perinciannya, RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu), balai diklat badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya aparatur (BKPSDA), Kecamatan Arosbaya, dan pos penyekatan di akses Suramadu yang terletak di Desa Petapan, Kecamatan Labang.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, kedatangannya ke Bangkalan untuk memantau langsung penanganan kasus Covid-19. Sebab, beberapa hari terakhir, ramai diberitakan lonjakan jumlah penderita. ”Upaya menekan laju persebaran Covid-19 sudah dilakukan oleh Pemkab Bangkalan yang dibantu Pemprov Jatim,” ucapnya.

Suharyanto memantau langsung kondisi RSUD Syamrabu yang merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan Covid-19 di Bangkalan. Di rumah sakit pelat merah tersebut, ada 78 penderita Covid-19. ”Manajemen rumah sakit juga telah menambah tempat tidur untuk pasien Covid-19 dari 90 menjadi 140 bed,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, Tim Gugas Jatim juga memantau posko PPKM mikro di Kecamatan Arosbaya yang dianggap sebagai episentrum persebaran Covid-19 di Bangkalan. Berdasar laporan yang diterima, ada empat orang yang terpapar Covid-19 dan meninggal. ”Kemudian, ada klaster keluarga sebanyak sembilan orang. Mereka akan dievakuasi ke tempat-tempat penampungan,” imbuhnya.

Suharyanto menambahkan, Pemkab Bangkalan bersama TNI-Polri telah menyiapkan beberapa tempat penampungan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19. Di antaranya, RSUD Syamrabu untuk merawat pasien bergejala ringan, sedang, dan berat. Lalu, balai diklat BKPSDA diperuntukkan masyarakat yang terpapar Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG). ”Kemudian, BLK (balai latihan kerja) untuk menampung PMI (pekerja migran),” sambungnya.

Dia menambahkan, Pemprov Jatim juga melakukan penyekatan terhadap masyarakat yang keluar masuk Jembatan Suramadu. Penyekatan itu bertujuan me-rapid antigen semua pengendara. Kondisi yang sama juga diterapkan di Pelabuhan Kamal. Kebijakan melakukan rapid antigen itu diberlakukan sejak Minggu (7/6). ”Hari ini (kemarin) di sisi Kamal ada empat orang, di akses Suramadu sisi Madura 22 orang yang reaktif,” imbuhnya.

Suharyanto mengungkapkan, Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim akan terus membantu Pemkab Bangkalan untuk meminimalkan persebaran Covid-19. Salah satu cara yang dilakukan yakni menambah personel, sarana kesehatan, dan tenaga kesehatan. Termasuk menyiagakan ambulans tes PCR. ”Mudah-mudahan dalam dua hari ke depan angka persebaran Covid-19 turun,” harapnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menegaskan, Satgas Covid-19 Jatim akan terus meng-update perkembangan kasus di Bangkalan. Dia meminta masyarakat yang akan melintas ke Kota Pahlawan melakukan tes PCR di ambulans yang sudah disediakan. ”Sehingga bisa diketahui apakah yang bersangkutan terpapar atau tidak,” pintanya.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 itu berharap seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama turut membantu pemerintah dalam menekan persebaran kasus Covid-19. Imbauan itu bisa disampaikan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan atau keagamaan. ”Harapan kami, 5 T dan 5 M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi, Red) diterapkan dengan baik,” imbaunya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum menyampaikan, penyekatan di Jembatan Suramadu sisi surabaya akan terus dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Kegiatan penyekatan bakal dihentikan jika penderita Covid-19 di Pulau Garam, khususnya Bangkalan, melandai.

”Para pengendara melengkapi diri dengan surat rapid antigen yang berlaku 1 X 24 jam. Untuk mengantisipasi penggunaan surat rapid antigen palsu, petugas akan menghubungi rumah sakit yang menerbitkan surat keterangan tes usap tersebut. ”Polres Pelabuhan Tanjung Perak pernah menangani surat rapid palsu,” ujarnya.

Ganis menambahkan, saat dilakukan penyekatan perdana di tollgate sisi Surabaya pada Minggu (7/6), 83 warga Madura dinyatakan reaktif. Mereka langsung dirawat di RS Suwandi, RS Haji, dan RS Lapangan. ”Jika memang tidak ada kepentingan mendesak, mohon tetap di rumah,” pintanya.

Bupati Bangkalan Abdul latif Amin Imron kepada JPRM menyampaikan, sudah lebih 1.000 pengendara yang menjalani rapid antigen di pos penyekatan akses Suramadu sisi Madura. Saat dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR), 22 diketahui positif.

”Lonjakan kasus Covid-19 terjadi karena momentum Idul Fitri. Sebab, saat itu banyak perantau yang pulang kampung sebelum pemberlakuan pelarangan mudik. Ditambah PMI baru pulang dari luar negeri. Jumlah PMI yang datang ke Bangkalan mencapai 933 orang,” ungkapnya.

Pria yang biasa disapa Ra Latif itu menuturkan, untuk menekan persebaran klaster kelaurga, pemerintah akan menjemput orang yang terpapar dengan status OTG. Mereka bakal ditempatkan di balai diklat BPKSDA yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta. ”Di sana akan ada dokter yang berjaga. Kebutuhan sehari-hari bakal disediakan” pungkasnya. Dbs-Ram

 

PBNU dan UNUSIA Dukung Penyematan Gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Kholil

PBNU dan UNUSIA Dukung Penyematan Gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Kholil

BintangPos, Bangkalan – Dukungan penyematan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil terus berdatangan. Kali ini datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Hal itu terungkap setelah digelar seminar dan diskusi tentang jejak, sejarah, dan manuskrip tokoh karismatik yang akrab dipanggil Mbah Kholil kemarin (7/6/21).

Seminar yang diprakarsai Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil itu dihadiri Rais Am, Rais Syuriah, dan Katib PB NU. Termasuk akademisi dari Unusia. Semula, acara tersebut dijadwalkan digelar di Hotel Ningrat. Tapi karena terjadi peningkatan kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19), akhirnya penyelenggaraannya secara virtual.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengucapkan terima kasih kepada Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil yang telah menggelar seminar dan diskusi tersebut. ”Acara ini cukup membantu upaya Pemkab Bangkalan yang telah mengusulkan penyematan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Ra Latif itu menyampaikan, Syaikhona Kholil merupakan guru besar dan aset bangsa Indonesia pada masanya. Melalui dedikasi yang telah dilakukan, Mbah Kholil telah melahirkan tokoh serta ulama besar di bumi Nusantara yang turut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

”Seperti KH Hasyim Asyari yang merupakan tokoh pendiri NU dan KH Wahab Hasbullah yang juga termasuk ulama besar serta tokoh perjuangan kemerdekaan,” imbuhnya.

Dengan adanya berbagai tokoh yang lahir dari dedikasi yang dilakukan Mbah Kholil, sambung Ra Latif, membuktikan bahwa Syaikhona Kholil memiliki peranan dan sejarah penting dalam syiar agama Islam di bumi Nusantara. Termasuk dalam perjalanan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Menurut Ra Latif, banyak jejak sejarah dan teladan yang dapat menjadi panduan serta panutan dari perjalanan hidup Mbah Kholil. Terutama dalam membangun sosial masyarakat. ”Seperti mencetak generasi muda yang memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul dan berakhlak,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, Syaikhona Muhammad Kholil semasa hidup juga dikenal sebagai ulama produktif dan melahirkan banyak karya tulisan. Namun, dari sekian banyak kitab yang telah ditulis, hanya ada dua yang muncul ke permukaan dan bisa dinikmati khalayak. ”Dengan adanya seminar dan diskusi ini, kami berharap bisa mendalami berbagai sejarah dan sepak terjang Syaikhona dalam syiar agama Islam. Termasuk mengkaji berbagai karyanya,” sambungnya.

Ra latif menyampaikan, Pemkab Bangkalan telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Syaikhona Kholil mendapatkan gelar pahlawan nasional. Karena itu, dia berharap dukungan semua pihak agar guru bangsa itu segera mendapat apresiasi dari pemerintah. ”Hal ini juga bertujuan agar generasi muda tidak lupa akan sejarah dan lebih mengenal sosok Syaikhona Kholil lebih dalam,” tandasnya. Dbs-Rama